Friday, 25 June 2010

Cerita Tentang Seorang Awang H. Satyana

Dalam dunia geologi dan petroleum indonesia bahkan dunia, pasti sering sekali kita dengar yang namanya Awang Harun Satyana, beliau adalah seorang senior geologist yang sangat disegani di negeri ini. saat ini beliau mengabdikan diri di BP MIGAS. saya pribadi dari awal kuliah, hanya tahu dari namanya saja lewat jurnal-jurnal yang ditulis beliau dan beberapa informasi dari dunia maya (internet maksudnya). Sejak dulu saya sangat ingin bertemu dengan beliau ini, maklum rasa penasaran ini masih tersimpan terus karena saya hanya sebagai mahasiswa yang sedang belajar geoscience di tempat yang agak jauh dari pusat ilmu itu (Daerah Barat). Setelah saya mencoba browsing tentang profil beliau, akhirnya menemukan Blog dari seorang teman (Aveliansyah Blog) yang menjelaskan profil dari beliau. Dari cerita tentang beliau, sungguh dedikasi tinggi tentang ilmu yang ditekuni sekarang. Apalagi yang saya pikir orang yang sangat hebat di di dunia geoscience ini tenyata hanyalah seorang lulusan S1, tapi ilmunya tidak kalah dengan para profesor. Jadi ini bisa jadi motivasi buat kita semua, kalau ilmu itu tidak ditentukan dari tingkatannya, akan tetapi dari kemauan seseorang untuk belajar tentang apa yang dia tekuni.

Pak Awang bercerita."

Saya ingin berbagi cerita sedikit. Semoga tak terlalu menyita waktu rekan-rekan Geo-Unpad yang mau membacanya. Saya menyukai kedokteran dan geologi sejak saya duduk di SMP. Buku-buku kedokteran dan geologi sudah saya kumpulkan sejak kelas 3 SMP, tahun 1979, tahun saat saya memulai membangun perpustakaan pribadi. Setiap minggu dengan uang saku sisa seadanya saya biasa membeli buku-buku bekas di pedagang loak Pasar Cihapit. Di kios-kios buku loak itu saya suka bertemu dengan Prof. G.A. de Neve, geologist Belanda berbadan besar. Di situ pula saya temukan buku-buku geologi van Bemmelen, Henry Brouwer, Umbgrove, Katili, dll. Buku2 kedokteran setebal 10 cm pun saya membelinya sebagai persiapan kalau-kalau saya jadi mahasiswa kedokteran. Tentu untuk membeli semua buku itu saya harus menabung dulu beberapa minggu.

Akhirnya, saat saya duduk SMA terkumpulah 2000 buku macam-macam. Buku-buku geologi loakan itu saya sering lihat-lihat. Dari SMP pun saya suka bermain ke museum geologi yang tak jauh dari rumah. Betapa menariknya geologi ! Saat tes masuk perguruan tinggi, saya tentu memilih Kedokteran dan Geologi, dua-duanya di Unpad. Mengapa saya tak memilih geologi di ITB ? Sebab dalam pandangan saya saat itu, lulusan geologi ITB akan jadi insinyur teknik geologi, sesuatu yang saya tak inginkan sebab saya ingin menjadi seorang ilmuwan geologi. Maka saya memilih geologi Unpad yang bernaung di bawah Fakultas MIPA, tentu bernuansa lebih ilmiah dan bukan teknik. Ternyata, baik geologi ITB maupun geologi Unpad sama saja, lulusan geologi Unpad pun saat saya lulus gelarnya insinyur pula. Lalu, saya gagal masuk kedokteran Unpad dan diterima di geologi Unpad.

Tahun 1983 saat itu. Karena menjadi dokter adalah cita-cita saya sejak kecil, saya mencoba masuk kedokteran Maranatha, diterima dan sempat kuliah satu tahun, kemudian diputuskan keluar karena biaya. Tahun 1984 saya mencoba lagi masuk kedokteran Unpad, gagal lagi, ya sudah, cita-cita menjadi dokter saya kubur. Saya ingin bertekun di geologi saja. Selama tahun1983-1988 saya kuliah geologi di dua tempat : satu di kampus (formal), satu di perpustakaan P3G (informal). Di kampus saya mendapatkan pendidikan dari bapak-bapak dosen, di perpustakaan geologi saya belajar geologi dari laporan-laporan, jurnal-jurnal, dan banyak lainnya. Pulang dari perpustakaan saya selalu mampir ke museum agar hafal ini batu ini, itu batu itu. Para petugas perpusatakaan P3G tahun 1983-1988 adalah orang-orang yang sangat berjasa buat saya (Bu Polhaupessy, Pak Ade, Pak Anton, Eutik, Teh Ani, dll…) yang tak bosan melihat saya hampir setiap hari berjam-jam di situ selama bertahun-tahun. Kalau bekerja di perpustakaan, saya pasti mencatat banyak hal penting dari bahan yang saya pelajari. Catatan-catatan di kertas bekas itu kalau ditumpuk ada satu meter tingginya. Lulus sekolah Februari 1989, saya mengirimkan surat lamaran ke 40 perusahaan dan instansi. Yang menjawab hanya empat : tak ada lowongan ! Selama setahun saya mencari pekerjaan ke sana-sini sambil bekerja paruh waktu di sebuah konsutan pertambangan di Bandung. Saya membentuk kelompok bahasa Inggris dengan teman-teman yang bertemu seminggu sekali sambil bertukar info soal bursa pekerjaan. Kelompok kecil ini kemudian ternyata sangat membantu saya saat tes wawancara dengan perusahaan yang memanggil saya.

Di ujung 1989, kesempatan datang dan saya dapat memanfaatkannya dengan baik. Saya lulus tes masuk P3G, juga lulus tes masuk Pertamina. Saya melamar ke P3G karena ingin melanjutkan sekolah sebab saat itu di P3G banyak sekali doktornya. Melamar ke Pertamina karena saya ingin dapat gaji yang lumayan. Bingung saya memutuskan, masuk ke P3G atau Pertamina ? Di P3G, saya punya banyak teman senior baik yang master maupun doktor, itu karena saya rajin ke P3G dan memberanikan diri mengobrol dengan mereka. Satu per satu saya tanya, saya mesti masuk ke mana, P3G atau Pertamina ? Jawaban sekian banyak ahli itu : jangan masuk P3G, duitnya sedikit, kesempatan sekolah pun sedang jarang (begitu kira-kira jawabannya). Maka, saya bulatkan masuk Pertamina saja. Di Pertamina tahun 1990-1997 saya sibuk sebagai seorang exploration geologist. Tahun 1991 dibuka kesempatan sekolah S2 (lalu S3), saya terpilih untuk ikut tes, datang dari Balikpapan ke Jakarta, bersaing dengan sekian belas teman2 Pertamina lain. Pulang ke Balikpapan saya diberitahukan bahwa saya tidak lulus, katanya gagal di wawancara sebab yang diperlukan adalah orang yang senang riset 100 % (saya menjawab saat wawancara saya suka riset 50 % dan operasi lapangan 50 %). Apakah hanya itu kriteria kelulusan ? Saya tidak yakin…, tetapi sudahlah, saya akan tetap mencintai geologi meskipun tidak sebagai S2 apalagi S3.

Lima tahun karier awal saya ternyata pekerjaannya serabutan dan kebanyakan pergi ke lapangan. Studi-studi geologi semakin jauh dari saya. Terus terang, saat itu saya mengiri kepada teman-teman yang ditempatkan di bagian studi geologi yang sering berdiskusi dengan ahli2 geologi S3 dari ITB atau LIPI atau tempat lain sebagai konsultan studi2 Pertamina. sementara saya, jauh di lapangan, di tengah hutan menjaga sumur2 sebagai wellsite geologist. Tetapi, saya selalu ingat kata-kata ini, kata2 yang saya temukan di lembar pertama skripsi Pak Ildrem Syafri yang saya panggil Uda Ildrem : “Lebih baik menyusul dengan diam-diam daripada membuang waktu dengan iri hati kepada orang yang berjalan di depan.”.Maka, hari-hari saya penuhi dengan belajar dan belajar, hari-hari saya penuhi dengan menulis dan menulis. Tahun 1993 saya mulai menulis paper yang saya kirimkan ke PIT IAGI atau IPA; dan sejak itu saya tak bisa lagi berhenti belajar dan menulis. Saya menulis banyak hal dalam geologi sebab saya belajar banyak hal dalam geologi. Saya tetap menulis meskipun saya bukan seorang S2 atau S3, bukan seorang yang bekerja di lembaga riset, bukan seorang yang bekerja di perguruan tinggi.

Saya menulis bukan untuk mengejar nilai kum, tetapi saya menulis karena mencintai geologi dan ingin menyampaikan pikiran saya kepada khalayak ramai. Teman-teman saya yang master dan doktor di Pertamina, yang dulu sama-sama waktu tes untuk S2 dan S3 (mereka berhasil sementara saya gagal) saya amati terus publikasinya, ternyata publikasi saya jauh lebih banyak…Saya beranikan meneliti dan menulis meskipun isinya bisa bersinggungan atau mungkin ditertawakan doktor-doktor ahlinya. Lalu, tahun 1997-2000 saya dipindahkan ke JOB Santa Fe-Salawati joint antara Pertamina dan Santa Fe untuk mengerjakan Cekungan Salawati. Inilah periode yang berharga untuk saya melakukan banyak studi secara mandiri. Saya belajar dan berbuat (learning by doing). Berbagai macam studi saya lakukan di sini, mulai dari geokimia sampai struktur. Semua studi bukan diinstruksikan dari atasan, tetapi atas keinginan sendiri. Ada sekitar tujuh volume laporan studi selama empat tahun yang produktif itu. Studi-studi itu telah sangat membantu saya memahami petroleum geology secara terintegrasi. Saya makin percaya : no pain no gain. Saya juga percaya bahwa tak ada yang sulit dalam hidup ini asal mau berikhtiar, berusaha, dan ulet. Menjelang tahun 2000 dan sesudahnya mulai banyak teman yang mengambil sekolah S2, baik dibiayai perusahaan maupun biaya sendiri. Dosen2 dari ITB datang ke kantor seminggu sekali mengajari mereka. Saya tak berminat mengambilnya, saya sudah lama belajar sendiri di perpustakaan saya yang saat itu sudah hampir 5000 koleksi buku-bukunya tak termasuk ribuan paper geologi. Mengambil sekolah lagi ibarat merasa mengkhianati diri sendiri yang sudah bersumpah otodidak. Tahun 2000 saya dipindahkan ke Pertamina MPS (manajelem production sharing – asal muasal BPMIGAS sekarang). Di sini sama sekali bukan tempat riset, bukan tempat melakukan studi-studi geologi, dan sejenisnya, tetapi tempat mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan kontraktor2 perminyakan Indonesia. Banyak orang bilang bahwa di Pertamina MPS kemampuan teknis kita akan berkurang dan hilang sebab kemampuan kita tak dipakai lagi, tak mengerjakan studi lagi, hanya menilai. Benarkah begitu ? Mungkin ya mungkin tidak. Tetapi yang jelas justru di Pertamina MPS-BPMIGAS lah kecintaan saya kepada geologi makin menjadi sebab saya dikelilingi sedemikian banyak data dari seluruh Indonesia. Saya juga menerima laporan studi ini studi itu. Maka lebih dari setengah jumlah total publikasi saya, saya tulis di Pertamina MPS-BPMIGAS.

Saat ini jumlah total publikasi saya sudah 139 (56 paper untuk berbagai pertemuan nasional dan internasonal, 23 artikel untuk jurnal dalam dan luar negeri, 6 bab di dalam enam buku, 24 presentasi undangan dan pidato kunci, 21 kuliah umum/tamu di berbagai perguruan tinggi, dan 9 buku manual kursus untuk profesional) . Semua saya tulis atas nama cinta saya kepada geologi dan pengabdian saya kepada masyarakat geologi dan masyarakat awam. Tidak ada satu pun daripadanya yang saya tulis untuk mengejar kum sebab saya bukan dosen dan bukan peneliti di lembaga riset; dan tidak ada satu pun yang saya tulis untuk mengejar salary geology. Kini, di perpustakaan saya di rumah, saya dikepung oleh hampir 6500 buku. Buku-buku yang telah saya kumpulkan dari tahun 1979, hampir 30 tahun yang lalu. Itulah sekolah saya, sekolah tanpa teman, tanpa gelar, tanpa kelulusan, tetapi dengan ribuan dosen-dosen hebat yang bisa saya tanya kapan saja baik tengah malam maupun dini hari. Ujiannya adalah membuat paper-paper dan mempresentasikannya . Akan ada pertentangan yang hebat dalam diri saya kalau saya mengambil sekolah lagi, itu ibarat mengkhinati diri sendiri yang sudah bersumpah “otodidak”. Hampir 20 tahun otodidak, tak gampang “mengkhianatinya” . Suatu hari saya duduk bersebelahan dengan Prof. Robert Hall, ahli tektonik SE Asia yang terkenal itu, di dalam sebuah pertemuan internasional. Saya dan Prof. Hall sama-sama presentasi tektonik Jawa Tengah. Kami berbagi kartu nama dan Prof. Hall langsung berkomentar demi melihat institusi saya (BPMIGAS), “you did your research as a hobby, didn’t you ?” Ya, semuanya karena hobi, seperti juga yang Pak Herman lakukan.

Saya sudah menemukan kecintaan saya dalam geologi. Apakah keahlian geologi bisa dijadikan uang ? Tentu saja ! Tetapi bukan itu perhatian saya yang utama, uang akan mengikuti kita apabila kita punya magnet untuk menariknya. Magnet itu bernama keahlian. Saya ingin mengatakan kepada para junior saya : besarkan dulu keahlian geologimu, uang akan mengikutinya apabila keahlian itu sudah menjadi magnet Jangan membuatnya terbalik. 

salam,awang

Alhamdulillah, setelah sekian tahun saya hanya mendengar namanya saya, di tahun ini dapat bertemu langsung dengan beliau di The 34th IPA Annual Convention and Exhibition yang saat itu saya sedang diberi kesempatan menjadi student volunteer. Semoga ini bisa jadi motivasi untuk kedepannya menjadi orang yang selalu mencintai ilmu. Amin

Thanks to : Aveliansyah (http://aveliansyah.wordpress.com)

Friday, 18 June 2010

Syair Geosciences Dari Seorang AdB

Ada yang menarik saat salah satu senior geologist kita (Pak Andang Bachtiar) update status facebooknya, kebanyakan dari status itu seakan-akan seperti sebuah syair, puisi, sajak, ataupun sejenisnya...(walaupun kadang harus baca berkali-kali duluvbiar bisa ngerti.hehehehe). Tapi dari status itu kita pasti bisa ambil sesuatu yang bermanfaat untuk kita resapi, baik status rohani, sosial ataupun yang berhubungan Geosciences tentunya...
Nah...beberapa status tersebut coba saya kumpulkan, terutama yang berhubungan dengan geosciences, karena siapa tahu bisa bemanfaat. (Status awal  sampe tengah juli 2010).



Ini beberapa ni isinya...

reservoir quality prediction may be facilitated through the construction of paleogeography maps; petrophysical xplots of reservoir characters (porosity, permeability, thickness, productivity) using worldwide, regional and local data; as well as analogue modeling of facies-reservoir character relationships of the modern... environments (one of the approaches used by gda/etti in sedimentology application)(16 juni 2010)

granit berongga di retak2 jiwa; sedikit ruang memang dia sisakan, tapi sekali memberi, lurus tak berkelok kencang dia muntahkan: permeabilitas retakan jadi andalan.... sukma mengeras tegas yg indah bisa retak untuk yg dia cinta. bisa pula lapuk menyisakan kwarsa, dan rongga2 (basement reservoir)...(15 juni 2010)

ini koq bertubi-tubi head-hunter dari singapore, dubai, abu dhabi, perth ngontak aku (ngotot) nawari posisi senior e&p executive u/newly est branch, nyari senior sedimentologist u/core works, nyari newventure specialist u/se-asia, nyari geochemist - basinmod u/africa,... sblum2nya gak pernah2nya kayak gini,.. jgn2 ada ...yg bikin issue ngawur bhw adb sdh bosen nganggur..(14 juni 2010)

senyum dikulum biogenic gas, senyum mengembang oil window, tertawa lirih peak oil, terbahak-bahak wet gas, terpingkal-pingkal sampek gulung koming dry gas ... mari kita sapa basin modeling pagi ini ... sering jd pelengkap penderita, tdk bgitu dimengerti tp hrs ada, direduksi jd skdar gambar burial history belaka: pedul...i amat dg logika rincian stratigrafi, tektonik, geokimianya (8 juni 2010)

...tidak semua rongga saling bicara, tak semua doa bebas mengudara; retakan melintas matriks saling menghubungkan, spt lepasan ikhlas atas kelam dunia di masa silam, melegakan membersihkan hati meminimalkan turtuosity, mendorong rongga bicara secepat tatit melesat kehadapan dunia... (sajak fracture reservoir)(4 juni 2010)

.. dari hulu ke hilirnya - tidak semua sungai menjadi makin dewasa; patahan2 naik memudakannya - di sepanjang alur menuju muara; saat dia harus mengikis dirinya sendiri saat itulah kedewasaan dimulai; saat dinaik2-kan patahan diapun lasak menggerus batuan dasar; wahai perjalanan sekejap, dapatkah kubertenang kelak meng...hadap ...(sungai naborsaor, parapat)(3 juni 2010)

siapa yg me-manggil2 dlm gelap? siapa lah yg bergegas memletikkan api seketika? siapa pula yg mengukur lorong panjang perjalanan di belakang? jiwa bersetia membawa cahaya menjaga langkah di bayang2 jalan; hanya dg bisikan cinta dia bicara, krn bahasa hidupnya adalah memberi, melegakan dan berserah; di puncak2 batuputih... & di bantuas, di ujung2 kuala dan di delta:jiwa2 kita saling menyapa bercahaya di langkah bayang2. (2 juni 2010)

this is the 3rd time in my 10-year consultation work that i am engaged with business network who uses “vision” to locate the hydrocarbon prospects and who wants me to do the petroleum geology analyses to justify that; hmmmm, be ready for the worse mister: i might even tell u that some spots that u’ve pointed out do not even have any sediments developed in it …(2 juni 2010)

"depth" 3500 ft, porositas 40%, batupasir "loose", kontak butirnya "point", permukaan butir basah minyak, kaolinite jarang2, sdkit kwarsa tumbuh berlebih, saturasi minyak > 70%; nampaknya saat blm dlm terkubur, batupasir ini sudah ditekuk struktur, ditutupi lempung, dan terus di”charge” minyak, baru kmdn diturunkan ke ...3500’ mempertahankan porositas awal,tdk merespon diagenesis lanjut krn butiran sdh terbungkus minyak.(1 juni 2010)

Untuk pak Andang,
Maaf pak kalau lancang main copy status bapak dan posting di blog saya, ini tujuannya bukan untuk mencuri status (Berat bahasanya...he), tapi hanya untuk dijadikan motivasi, baik untuk saya pribadi ataupun orang lain.(amiiiin)...siapa tau suatu saat nanti bisa seperti bapak...

Aridy-A 266



Friday, 4 June 2010

Sekilas Tentang Medan Magnet Bumi


Bumi diibaratkan sebagai sebuah magnet seferis yang sangat besar dengan suatu medan magnet yang mengelilinginya. Medan ini dihasilkan dari dua kutub magnet bumi. Sumbu dipole magnet bumi bergeser sebesar 11° dari sumbu rotasi bumi. Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah dan intensitas kemagnetannya. Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D dan  inklinasi I, yang diukur dalam derajat. Intensitas medan magnetik total F digambarkan dengan komponen horisontal H, komponen vertikal Z, dan komponen horisontal ke arah utara X dan ke arah timur Y. Dari elemen-elemen ini, semua parameter medan magnet lainnya dapat dihitung.

Intensitas medan magnet bumi secara kasar antara 25.000 – 65.000 nT. Di Indonesia, daerah utara khatulistiwa mempunyai intensitas ± 40.000 nT, sedangkan untuk daerah selatannya berkisar ± 45.000 nT. Pulau Jawa sendiri diasumsikan besarnya 45.300 nT.

Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu sehingga untuk menyeragamkan nilai-nilai medan magnet utama bumi, dibuat standard nilai yangdisebut dengan International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui tiap 5 tahun sekali. Nilai-nilai IGRF tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitrar 1 juta km yang dilakukan dalam waktu satu tahun.

elemen magnetik bumi

Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
  1. Medan utama, yang memiliki pengaruh sekitar ± 99% dan variasinya terhadap waktu sangat lambat dan kecil.
  2. Medan luar, yaitu pengaruh medan magnet yang berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Beberapa sumber medan luar antara lain :
  • Perubahan konduktivitas  listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11 tahun
  • Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan pasang surut matahari dan mempunyai jangkau 30 nT
  • Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan dengan mempunyai jangkau 2 nT
  • Badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkau sampai dengan 1000 nT
Anomali medan magnetik, merupakan target dari survey magnetik. Besarnya anomali magnetik berkisar dari ratusan hingga ribuan nano-tesla, namun ada pula yang lebih dari 10.000 nT yaitu berupa endapan magnetik. Secara garis besar anomali ini disebabkan oleh medan magnetik remanen dan medan magnet induksi. Bila arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magent induksi maka anomalinya bertambah besar, demikian  pula sebaliknya. Dalam survei magnetik, efek medan remanen akan diabaikan apabila anomali medan magnet kurang dari 25 % medan magnet bumi (Telford, 1979).

Thursday, 3 June 2010

Keindahan Struktur Malang Selatan Dari Sisi Kedokteran Bumi

Sabtu, 29 Mei 2010 saya mencoba untuk mengisi liburan di daerah Malang Selatan. Tujuan utama kita kesana buat menikmati keindahan pantai-pantai pantai yang terbentang luas yang biasanya disebut pantai selatan. Kondisi alam di daerah selatan beberapa memang masih alami, terutama untuk obyek wisata pantai. Sebut saja yang sudah dikenal adalah Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru, Pantai Kondang Merak, pantai Ngliyep dan tentu saja eksotisme Pulau Sempu yang tentunya masih sangat alami kondisi alamnya, sehingga sangat cocok untuk refreshing.

Dalam perjalanan kali ini kita berencana menuju Pantai Bajol Mati dan Pantai Tamban. Dari kedua pantai ini salah satu memang sudah pernah saya kunjungi, yaitu pantai Tamban. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya di blog ini, Pantai tamban merupakan area lengkap dengan struktur batuannya. Diantaranya adalah di pantai ini diapit oleh 2 tebing yang berasal dari batuan yang berbeda, yaitu disebelah barat terdapat tebing yang tersusun dari batuan kapur/gamping. Tebing itu dapat dikatakan muncul karena adanya patahan didaerah tersebut. Di sisi sebelah timur kita dapat melihat adanya tebing yang tersusun dari batuan beku. Jika kita ingin mencari batuan lainnya, misalnya batuan metamorf. Kita dapat mencarinya dengan menelusuri area di dekat hilir sungai, ada kemungkinan akan ditemukan batuan metamorf yang sangat kompleks jenisnya. Tentunya batuan metamorf ini merupakan hasil transportasi dari hulu sungai yang hilirnya ada di Pantai Tamban. Jadi saat kita disana, selain bisa menikmati keindahan samudra hindia dan eksotika pulau sempu yang terpisah dengan Pantai Tamban juga bisa mencoba menganalisis tentang semua hal tentang kedokteran bumi.
(Jangan dilihat orangnya, tapi lihat strukturnya)

Dalam perjalanannya memang  untuk menuju daerah ini memang tidak mudah, karena jalan yang dilewati sempit, dan sangat berpotensi terjadi longsor. Ini terlihat saat di beberapa jalan terdapat retakan, dan oleh warga sekitar dipagari. Karena sangat berpotensi tanah tersebut longsor. Akan tetapi saat menuju Pantai Bajol Mati perjalanan sedikit lebih nyaman, karena jalur jalan raya yang lebih baik untuk dipakai touring dengan motor. Di samping kiri dan kanan jalan akan terlihat adanya kenaikan tanah, kalau di telaah secara kedokteran buminya disana memang area dari zona subduksi. Maklum saja daerah tersebut merupakan daerah pertemuan dua lempeng, yaitu lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia. Saat ditengah perjalanan kali menemukan suatu daerah yang sangat indah dari segi kedokteran bumi yaitu struktur batuan sedimen yang tersusun indah dengan warna yang menarik.

Secara detail mungkin bisa dijelaskan oleh teman-teman dari kedokteran bumi bagian geologi untuk masalah struktur tersebut.hehehe. Tapi secara umum memang potensi malang selatan dari segi Batuan, Mineral, Penelitian Mitigasi Bencana, dan Wisata memang mengagumkan.
Setelah sampai di pantai Bajol Mati, kita hanya bisa mengucap kalau sungguh besar ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Allahu Akbar). Karena seperti dipantai lain di daerah pantai selatan, banyak sekali potensi pasirbesi yang terhampar di sepanjang pantai. Walaupun sayang sekali saat di Pantai bajol Mati kita dilarang untuk mandi/berenang di pantai, karena daerah pantainya merupakan zona palung laut, jadi sangat beresiko jika pantai tersebut banyak orang berenang. Akan tetapi Kita sangat bersyukur dapat menikmati alam sambil menggali informasi. Salam Lestari…!!!(AP)

Belajar Seismik Refleksi


Seismik merupakan suatu gelombang, nah gelombang ini dapat dikatakan suatu ‘gangguan’ yang merambat dalam suatu medium. Gelombang seismik ini merambat dalam lapisan bumi sesuai dengan prinsip yang berlaku pada perambatan gelombang cahaya: pembiasan dengan koefisien bias, pemantulan dengan koefisien pantul, hukum-hukum Fermat, Huygens, Snellius dan lain-lain.
Untuk hukum snellius ini secara praktis dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini,


Intinya yang dapat kita peroleh dari gambar tersebut Sinus sudut bias sama dengan sinus sudut datang kali perbandingan kecepatan medium pembias terhadap kecepatan medium yang dilalui gelombang datang.
Nah…untuk faktor yang biasanya mempengaruhi kecepatan gelombang seismik antara lain litologi, bulk density, porositas, perbedaan tekanan, dan fluida pori.
Jika dihubungkan antara kecepatan gelombang seismic ini dengan litologi, maka dilihat juga dari gambar dibawah ini (supaya lebih menarik ilmunya kalo pake gambar.hehehehe).


Jadi bisa dilihat tuh, kecepatan gelombang seismic dari masing-masing litologi, mulai dari golongan clay sampai golongan salt & anhydrite besar kecepatan yang beda-beda.

We Are Yellow Soldiers


Pertama saya ingin mengucapkan syukur Alhamdulillah sekali bisa menjadi bagian dari TPC (Technical Program Committee) The 34th Annual IPA Convention And Exhibition pada mei kemarin. Saya bisa dikatakan salah satu orang yang beruntung diberikan kesempatan untuk menjadi Student Volunteer perwakilan dari Universitas Brawijaya. Karena setelah 2 tahun mencoba menjadi seorang SV baru tahun ke-3 diterima, jadi saya sangat berterima kasih sekali untuk TPC, terutama mas Agus, mas Iwan, mbak Anna, pak Agung, Pak Ipul, Pak Arif, Pak Bob…dan yang lainnya.

(Semuanya...Angkat Jempolnya.hehehe)

Untuk Team SV TPC yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia, terimakasih buat kekeluagaannya. Banyak banget yang bisa diambil setelah pulang dari sana. Terutama yang sangat berbeda setelah itu, ada suntikan motivasi buat belajar lebih banyak lagi tentang Geosciences tentang petroleum. Rasanya waktu itu kalah banget ma kalian semua kalau masalah ilmu, apalagi kalau dibandingkan kampus-kampus yang udah sering dengar namanya (yang di wilayah sebelah tengah dan barat.hehehe). Semoga nantinya aku bisa seperti kalian ilmu yang masih terus tak gali (Amin). Dan yang paling pentin, lain waktu semoga saja kita diberikan kesempatan buat kumpul lagi, ya…walaupun di event yang beda. Mungkin ada beberapa pesan yang pastinya kita ingat saat disana “KITA AKAN KETEMU LAGI DI THE 34TH ANNUAL IPA CONVENTION AND EXHIBITION TAHUN DEPAN BUKAN SEBAGAI SV LAGI, TAPI SEBAGAI PRESENTER”. Walaupun sepertinya susah, tapi tetap harus dicoba.

Ada hal lain yang sebenarnya yang buat saya bersyukur sekali, karena Bisa bertemu dengan orang-orang hebat di Petroleum Industry yang sebelumnya belum ada kesempatan buat ketemu. Contoh Saja Beberapa saja Pak Awang H. Satyana (Sebelumya hanya liat namanya dari paper saja), Rovicky D. P (si Pakdhe Dongeng Geologi), Pak Ipul (Bapak Geologist Ngocol), dan masih banyak lagi idola-idola saya dibidang Petroleum Industry (Pak Andang bachtiar, Pak Elan Biantoro, Pak Suprajitno Munadi, Pak Sigit Sukmono).


(Last night @ Century Atlet Hotel...)
makasih buat kamera pak rovicky udah mengabadikan momen ini...

Untuk semuanya, mohon maaf banget kalau misalnya ada kesalahan yang dibuat oleh si Aridy ini walaupun hanya setetes samudra dan sejumput Aaam semesta.hehehe (AP)

Tuesday, 1 June 2010

Energi Panas Bumi

Kebutuhan energy global diperkirakan mengalami peningkatan 50 persen sampai dengan tahun 2030. Sementara peran dari bahan bakar fosil sebagai sumber energy utama yang akan bertahan selama beberapa decade ke depan. Perubahan dinamika pasar dan peningkatan biaya energy telah mempercepat energy terbarukan hingga statusnya saat ini sebagai salah satu sumber energy utama.


Energy terbarukan adalah metode pembangkitan daya oleh sumber-suber yang tidak habis dikonsumsi atau konversikan menjadi bentuk energy lain. Energy panas bumi di klasifikasikan sebagai energy terbarukan karena energy ini diperoleh dari panas alami didalam bumi yang pada dasarnya tidak terbatas persediaannya. Sehingga panas bumi termasuk dalam energy terbarukan.
Jika dilihat, kondisi yang strategis untuk menghasilkan panas bumi terdapat pada beberapa bagian bumi tertentu, misalnya berada di lingkar api pasifik. Lingkar ini berurutan mengikuti adanya pertemuan lempeng dunia. Di lokasi-lokasi tersebut terdapat retakan retakanpada kerak bumi dimana magma naik mendekati permukaan bumi dan memanaskan air yang merembes secara alami ke dalam bumi. Daerah yang berada gunung api non-aktif pada umumnya paling produktif untuk menghasilkan panas bumi. Sehingga jika kondisi geologi dibawah permukaan bumi mendukung, terciptalah tempat tempat penampungan yamg biasanya disebut reservoir. Reservoir ini dapat diakses dengan cara mengebor sumur, kondisi ini sama dengan yang dilakukan di lapangan minyak mentah dan gas bumi.
Energi panas bumi dihasilkan ketika air yang merembes ke dalam bumi dipanaskan oleh magma. Fluida panas bumi terisolasi di dalam kerak bumi dan tesimpan didalam kantong-kantong atau reservoir yang biasanya terdapat di kedalaman hingga 9.800 kaki (3.000 m). katika sebuah reservoir ditemukan, pengeboran sumur dilakukan untuk mengalirkan isinya keluar. Cairan atau uap yang dihasilkan dari sumur-sumur tersebut kemudian digunakan untuk memperoduksi listrik. Saat fluida panas bumi naik ke pemukaan, tekanannya berkurang dan massanya bertambah. Pada beberapa reservoir, panas bumi berwujud uap. Namun, kebanyakan sistem panas bumi menghasilkan kombinasi air panas dan uap. Uap ini menggerakkan turbin, kemudian turbin menggerakkan pembangkit untuk menghasilkan listrik. Sisa air panas disuntikkan kembali ke dalam reservoir. Melalui kondensor, uap kembali menjadi air dan sisa panas dilepaskan di dalam menara-menara pendingin. Dimana sekitar 70 persennya menguap dan 30 persen sisanya disuntikkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi.

Wednesday, 13 January 2010

Ground Penetrating Radar (GPR)

Dalam ilmu geofisika terdapat beberapa metode yang digunakan untuk melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi yang melibatkan sifat fisik lapisan bumi. Secara unum diketahui dengan metode aktif and metode pasif dalam pelaksanaanya di lapangan. Metode aktif adalah metode yang dilakukan dengan membuat medan gangguan berupa ledakan dinamit, penginjeksian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya, kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Sedangkan metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami seperti radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktifitas bumi.
Metode radar ini merupakan metode yang digunakan untuk eksplorasi jarak dangkal, sehingga metode ini banyak menjadi pusat perhatian karena manfaatnya manfaatnya telah tersebar luas di berbagai bidang seperti: geologi, konstruksi dan rekayasa, arkeologi, ilmu forensik, masalah lingkungan dan lainnya. Sehingga tanpa pengolahan yang rumit, akan dapat memperoleh informasi dari bawah permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan metode geofisika yang lain, metode radar ini memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah biaya dari operasionalnya lebih murah, cara pengoperasiannya lebih mudah, merupakan metode non destructive dan karena frekuensi yang digunakan sangat tinggi (MHz) maka resolusinya juga akan tinggi.
Dalam metode alat yang digunakan adalah berupa GPR (Ground Penetrating radar), prinsip kerjanya adalah menembakkan gelombang elektromagnetik ke dalam permukan bumi. Sehingga setelah gelombang ditembakkan, maka gelombang elektromagnetik akan mengalami refraksi dan refleksi, gelombang yang di refleksikan itu yang diterima oleh receivernya. Sehingga untuk masalah pemantulan gelombang pada GPR ini hampir sama dengan gelombang seismic. Jika di telusuri komponen utama dari gelombang elektromagnetik terdiri dari dua komponen, yaitu medan listrik (E) dan medan magnet (H). Dan ada dua macam teknologi pancaran radiasi elektromagnetik yang bisa dipakai untuk membuat radar, yaitu pancaran impuls dan pancaran gelombang kontinyu.
Kedalaman daya tembus (penetrasi) gelombang radar tergantung kepada keadaan masing-masing lokasi. Gelombang radar akan di atenuasi (penyerapan dan penyebaran) oleh sifat-sifat tertentu dari masing-masing lokasi, dimana yang paling penting adalah konduktifitas kelistrikan dari material. Umumnya penetrasi yang paling dalam akan dicapai bila tanah berpasir yang kering, sementara penetrasi akan menurun bila kondisi tanahnya lembab, lempungan atau tanah yang konduktif. Kedalaman akan segera menurun bila pasiran tersebut menjadi basah misal setelah turun hujan. Daya tembus radar akan sangat bagus bila material masif dan kering misal granit, batukapur dan beton.
Saat melakukan akuisisi data ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh operator, diantaranya adalah pertama operator GPR bebas dari HP atau aksesoris logam yang dapat mengganggu kerja alat GPR karena GPR sensitive terhadap logam. Kedua, memastikan jalur lintasan yang diukur agar mudah dilewati dan bebas dari logam (logam yang tidak diinginkan) yang dapat mengganggu kerja alat GPR. Kemudian yang lebih penting area yang akan disurvey harus jelas. Ketiga mengecek baterai GPR dan baterai laptop yang akan digunakan. Ini bertujuan supaya saat akuisisi data di lapangan tidak terjadi drop baterai.
GPR ini sendiri juga ada bebarapa spesifikasi, sehingga spesifikasi ini yang menentukan hasil dari pengukurannya baik ataupun masih kurang baik. Karena ada GPR yang menampilkan secara langsung hasil dari anomali dari lokasi dan yang tidak langsung, tidak langsung maksudnya adalah data yang diambil saat akusisi masih memerlukan pengolahan lebih lanjut. Untuk contoh GPR yang langsung menampilkan tampilan hasil data berupa gambar anomali dari bawah permukaan bawah tanah adalah GPR future I-160, dan contoh gambarnya seperti gambar dibawah diatas.

Tuesday, 12 January 2010

Geophysicist For Earthquake And Tsunami

Dalam periode ini seringkali kita mendengar tentang bencana gempabumi dan tsunami yang melanda Indonesia. Korban yang berjatuhan juga tidak sedikit, melainkan ribuan sampai dengan ratus ribuan. Jika diingat peristiwa gempabumi tsunami di aceh merupakan sangat mengguncang negeri ini, apalagi tsunami ini menelan korban ratusan ribu nyawa. Dan efeknya pun juga dirasakan oleh beberapa Negara yang berada dekat dengan sumber gempa. Setelah itu berturut-turut negeri ini tidak ada hentinya diguncang gempabumi, sampai yang terakhir dan menimbulkan korban yang cukup banyak adalah gempa sumatera barat.


Jika dilihat dari sisi lain, sedikit sekali ahli yang focus pada masalah gempabumi dan tsunami baik untuk geophysicist ataupun geologist. Secara umum memang banyak mengerti tentang gempa bumi dan tsunami, akan tetapi yang mendalaminya masih sangat sedikit. Banyak alasan yang membuat para geophysicist dan geologist tidak berkonsentrasi di bidang ini, diantaranya adalah untuk prospek masa depan dan materi. Karena para ahli tersebut kebanyakan lebih banyak yang mengambil bidang eksplorasi sumberdaya yang ada di bumi. Contoh saja dalam dunia petroleum, banyak sekali yang berlomba-lomba untuk tekun dan belajar keras untuk mempelajari masalah petroleum karena banyak sekali nominal materi yang akan didapatkan. Ini sangat bertolak belakang dengan seorang yang akan mengambil konsentrasi bidang gempabumi dan tsunami. Permasalahan muncul saat prospek ke depannya di Indonesia. Sedikit sekali lapangan pekerjaan yang tersedia untuk bidang tersebut. Apalagi dapat dikatakan pemerintah juga tidak terlalu menghargai ahli-ahli yang ada di Indonesia sekarang. Sehingga banyak dari para ahli yang akhirnya lebih memilih untuk menyalurkan ilmunya di luar negeri. Menurut informasi yang saya dapatkan, dulu setelah terjadi gempabumi dan tsunami aceh pemerintah juga tidak langsung mempercayakan penelitian pada para ahli dari Indonesia melainkan lebih percaya pada orang asing. Untuk alasannya memang saya sendiri tidak terlalu jelas, tapi kenapa pemerintah tidak mencoba untuk lebih percaya pada bangsa sendiri. Padahal untuk masalah kemampuan juga tidak kalah.
Tapi kita perlu bangga pada beberapa ahli Indonesia yang dimiliki Indonesia, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka tetap berkonsentrasi penuh untuk meneliti tentang gempabumi dan tsunami, terutama di Indonesia yang merupakan daerah paling rawan dalam hal potensi bencana yang ditimbulkan. Semoga untuk kedepannya lebih banyak lagi para ahli, terutama dari geophysicis yang konsentrasi mempelajari tentang gempabumi dan tsunami.(aridy A-266)

Wednesday, 5 August 2009

Gunung Arjuno

Salam Lestari sobat...!!!

kita pasti sudah banyak tau tentang adanya gunung arjuno yang ada di propinsi jawa timur. bisa dikatakan, gunung arjuno merupakan gunung yang tertinggi ke-2 setelah gunung semeru di jawa timur. ketinggian gunung ini berkisar antara 3339 mdpl dan berada dibawah pengelolaan tahura raden soeryo. banyak rute pendakian yang bisa dilewati untuk mencapai puncak gunung arjuno, diantaranya adalah lewat lawang.

tahap pertama yang dilakukan jika ingin melakukan pendakian adalah melapor ke pos penjagaan. perjalanan dimulai dari kebun teh yang terhampar hijau, disarankan sebelum melakukan pendakian membawa bekal air minum yang cukup karena dalam perjalanan menuju puncak arjuno tidak ada sumber air. perjalanan akan terasa seru karena menerobos lebatnya kebun teh.
   
pada perjalanan selanjutnya akan dijumpai kebun penduduk dan beberapa hutan masyarakat yang cukup lebat. setelah melewati hutan maka akan dijumpai padang ilalang yang jarakya cukup jauh, dengan medan tanah dan batuan. sejauh mata memandang, semuanya akan tampak hijau.
  perlu diperhatikan juga, untuk mencapai puncak arjuno rata-rata dibutuhkan waktu tidak cukup satu hari,jadi pendaki harus siap siap untuk mempersiapkan tenda sebelum mencapai puncak untuk menginap. sehingga perjalanan dapat dilanjutkan pada pagi harinya menuju puncak. ada suatu tempat yang perlu diperhatikan yaitu hutan lali jiwo, hutan ini didalamnya hampir seperti hutan tropis yang terdiri dari pohon-pohon yang rimbun dan banyak lumut tumbuh. di hutan lali jiwo ini juga banyak sekali cerita-cerita mistis yang berkembang,sehingga untuk para pendaki harus berhati-hati saat melewati hutan ini. untuk fauna yang akan sering dijumpai adalah burung jalak yang terlihat meloncat-loncat singgah diantara ranting pohon. setelah melewati hutan lali jiwo dan cemoro sewu maka akan dijumpai medan yang agak curam sebelum sampai ke puncak arjuno. sejauh mata memandang akan terlihat hamparan rumput jarum dan bunga abadi (edelweiss), pemandangannya juga tak kalah indah. dari sepanjang perjalanan akan terlihat barisan gunung semeru,gunung penanggungan dan gunung bromo yang diselimuti awan putih.
  Nah..jika telah menjumpai jalan setapak yang berpasir itu tanda sudah hampir sampai puncak. Dipuncak arjuno tak ada kata-kata lagi yang terucap,selain bersyukur akan kebesaran-Nya menciptakan alam ini yang sangat indah. Hamparan awan putih yang mengelilingi, batas cakrawala yang membentang, dan kepuasan berada di puncak. Puncak arjuno terdiri dari batuan-batuan beku yang tersusun rapi. tidak kalah indahnya juga terdapat kepulan asap dari gunung welirang yang berada dekat dari puncak gunung arjuno.

Itulah sobat,cerita kecil tentang perjalanan menuju puncak arjuno. semoga dari tulisan ini dapat memotivasi kita untuk selalu bersyukur terhadap anugerah-Nya dan selalu menjaga alam kita supaya tetap hijau.


from : AMC A-266