Wednesday, 15 February 2012

Badai Puncak Gunung Ceremai

 


Ini dokumentasi saat dipuncak Gunung Ceremai, memang kami tak dapat melihat awan putih di bawah kaki ataupun pemandangan yang indah dari puncak. Tapi kami mendapatkan adrenalin yang dipacu tinggi. Badai di puncak kala itu membuat badan serasa goyah. Hidup dan mati berkecamuk saat berada dibibir kawah. Tapi itulah sensasi menerjang Badai!!!

Wednesday, 7 December 2011

Kangen Kuliah Kangen Geofisika UB

Salam semua teman-teman di Geofisika UB, dan khususnya teman seperjuangan ank'06!!


Sedikit cerita tentang foto diatas, foto ini adalah generasi geofisika yang berasal dari fisika angkatan 2006. Untuk lokasinya, pasti semua sudah bisa menngenal kalau itu adalah puncak 3 Panderman dengan ketinggian sekitar 2000 mdpl. Gunung/bukit ini sudah jadi tradisi dari generasi2 awal geofisika untuk didaki bersama setiap tahunnya.

Saat itu bisa dikatakan rekor peserta terbanyak dari Makrab Geofisika UB dan dilaksanakan pada tanggal 3-4 desember 2008. Saat itu kondisi puncak Panderman dibuat penuh dengan Mahasiswa geofisika serta simpatisan yang ikut. Jika dihitung, dari angkatan baru geofisika 06 yang ikut adalah sekitar 20an mahasiswa, panitia yang dari angkatan 05 hampir 20an juga. Belum lagi dari angkatan 03 dan 04 yang menambah ramai Makrab saat itu.

Monday, 14 November 2011

Kepercayaan

Sedikit ingin mengeluarkan uneg-uneg yang ada di kepala tentang apa yang terjadi selama ini, terutama yang berhubungan dengan diri ini pribadi. Kenapa saya mencoba menulis tentang kepercayaan? mungkin alasannya pada saat ini saya sedang mengalami keistimewaan dari kepercayaan itu, dan Alhamdulillah efeknya sangat luar biasa saya rasakan.

Lebih terperinci, saya ingin mencoba mengingat-ingat tentang kepercayaan ini jika dihubungkan dengan organisasi. Jika dilihat latar belakang, memang saya ini awalnya dari SMA termasunk orang yang apatis dengan yang namanya organisasi. Tetapi sejak saya masuk kuliah, sedikit demi sedikit saja mencoba belajar dari yang benar-benar nol. Awalnya yang tidak mengerti sama sekali dengan yang namanya mengkoordinasi untuk membuat kegiatan jadi cukup bisa melakukannya.

Memang jika dipikir, proses belajar itu tidak mudah. Didalamnya banyak sekali pengalaman yang didapat dan pengorbanan yang di lakukan. Tetapi entah kenapa, selama saya kuliah sangat menikmati organisasi ini. Dari posisi sebagai terbawah sampai posisi yang cukup dianggap tinggi.

Thursday, 15 September 2011

Rute ke Desa Grabagan - Tuban

Grabagan,
sebuah tempat yang sangat spesial buat pribadi, memang daerahnya sangat jauh dari keramaian kota. Maklum, untuk ke Tuban Kota harus perjalanan dahulu selama kurang lebih 30 menit melewati rumah-rumah yang jarang, hutan jati, kebun minyak kayu putih dan kawasan gersang batu kapur. Tapi selama saya kecil sampai besar amat sangat menikmatinya. Jika dilihat dari rutenya, terlihat sekali jalan yang berkelok-kelok untuk sampai ke kota.

Lokasi Rumah Tukang Blog

Tuesday, 13 September 2011

Cerita Pantai Tamban

Lokasi Pantai Tamban
Artikel ini memang sebelumnya sudah saya publish sekitar awal tahun 2010 lalu. Akan tetapi untuk lebih memberikan tambahan informasi lagi tentang detail Pantai Tamban saya coba re-write artikel ini. Terutama dalam penambahan masalah foto-foto kegiatan, mengingat pada artikel awalnya foto kagiatan masih belum ada. Jadi semoga dapat membantu jika ada teman-teman yang ‘nyasar’ baca artikel ini supaya lebih mengerti lagi tentang pantai Tamban. Walaupun mungkin masih kurang mendetail penjelasannya harap dimaklumi saja, mengingat penulis masih dalam proses belajar juga.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Adventurer and Mountain Climbers (AMC) dalam rangka Dies Natalis AMC ke-40. Tujuannya adalah untuk memberikan  informasi-informasi tentang struktur geologi yang berada di daerah pantai Tamban – Malang selatan kepada seluruh peserta Pecinta Alam yang ada di Malang Raya. Dari struktur geologi ini akan banyak didapatkan informasi tentang mineral, sifat fisis batuan dan informasi adanya paleotsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di daerah tersebut. Sehingga dari puluhan organisasi pecinta alam yang ada di Malang Raya diharapkan dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh para pemateri yang kompeten dibidangnya, dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian. Dari pemateri tersebut antara lain adalah Pak Andang Bachtiar (Senior Geologist/Senior AMC), Pak Eko Teguh Paripurno (UPN Veteran), Pak Eko Yulianto (LIPI), Pak Andri (ITB), dan Pak Agus Hendratno (UGM).

Tuesday, 6 September 2011

For My Mom (Opick - Satu Rindu)

Ibu,

tak akan habis kita mendiskripsikannya, dan tak akan bosan kita membicarakannya. Namun, saat ini saya ingin coba share sebuah lagu tentang 'ibu' di saat kita sedang berada jauh dengan beliau dan merasa rindu yang teramat sangat. Memang lagu ini sudah cukup lama dan saya baru coba posting sekarang. Jika teman-teman coba resapi, lirik lagu dari Opick yang berjudul satu rindu ini sangat dalam. Bahkan bisa jadi, jika kita dalam keadaan yang benar-benar jauh dan tidak dapat bersama ibu air mata akan mengalir karena rindu memang tak bisa dibendung.

untuk lebih jelasnya berikut ini lirik lagu tersebut

Opick - Satu Rindu

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Di masa yang lalu saat mimpi
Masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
kau ibu...oh ibu

Allah, ijinkanlah aku bahagiakan dia
Meski dia t'lah jauh biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
Oh...ibu...oh..ibu...kau ibu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
kau ibu...

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
kau ibu...oh ibu Oh...ibu...oh..ibu...

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Di masa yang lalu saat mimpi
Masih indah bersamamu
kau ibu...oh ibu Oh...ibu...

dan untuk video clip dapat dilihat dibawah ini (courtesy youtube)



untuk mp3 dapat di download disini

Lagu ini memang penuh inspirasi untuk semua anak dari seorang ibu, memiliki arti yang dalam dan membuat hati teduh saat didengarkan. Ucapan terima kasih saya ucapkan untuk kang Opick untuk lagu yang sangat indah ini.

Selamat Idul Fitri 1432 Hijriah

Assalamualaikum Wr.Wb.




Taqaballahu minna wa minkum…Ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin wal faidzin…


Alhamdulillah, hari kemenangan sudah terlewati. Namun yang paling utama saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk saudara, teman, sahabat dan orang-orang yang selalu di cintai Allah di bumi ini. Tingkah laku yang saya jalani tiap hari pasti tidak luput dari segala khilaf, baik itu yang sengaja ataupun yang tanpa sengaja. Kita berharap untuk menjadi orang yang fitrah kembali setelah menjalani puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1432 H ini.

Semoga kita selalanjutnya dapat selalu beraktifitas yang berada pada jalan Allah dan semua terjadi karena ridho-Nya.

Sekali lagi Aridy dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya (^-^)

Friday, 12 August 2011

Sudah Baik kah Sholat Subuh Kita ??

"Siapa yang ingin berjihad di jalan Allah, saya tunggu di bukit ini ba'da subuh"
Kalimat di atas sangat melekat di benak saya, meski sudah lebih dua puluh tahun silam saya mendengarnya di sebuah film epik berjudul Cut Nyak Dien. Kisah kepahlawanan para pejuang Aceh yang gagah perkasa melawan penjajah Belanda ketika itu. Kalimat penuh semangat dan mengandung ruh jihad itu diucapkan oleh seorang panglima perang Aceh, Teuku Umar di hadapan para pejuangnya. Bertahun-tahun saya sempat bertanya, "kenapa ba'da subuh?"

Kala itu, jawaban yang saya dapat sangat polos, lumayan masuk akal, namun cukup menggelikan kalau dipikir-pikir. "Orang-orang Belanda itu nggak sholat subuh, jadi kalau pasukan Aceh menyerbu ba'da subuh, pasukan Belanda masih tidur dan tidak siap menghadapi serangan".

Seiring dengan waktu, saya mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan lebih tepat untuk pertanyaan, "kenapa ba'da subuh?"

Diantara lima waktu sholat wajib, subuh dianggap paling berat meskipun jumlah rakaatnya paling sedikit. Bangun subuh, mendirikan sholat dan berjamaah di masjid adalah perjuangan berat bagi sebagian orang. Bangunnya saja perlu perjuangan, beberapa mata tak sanggup terbuka, sebagian bangun dengan bermalas-malasan, ada yang terbangun kemudian terlelap lagi, ada yang bergerak hanya untuk menarik selimut dan melanjutkan mimpi, dan ada pula yang sama sekali tak bergerak dan terus mendengkur.

Ada orang-orang yang memerlukan bantuan orang lain untuk bangun subuh. Kalau pun sudah bangun, ada yang menunda-nunda sholatnya. Ada pula berdiri sholat dalam keadaan malas, itu terlihat dari gerakan sholatnya yang terburu-buru atau dari sikap berdirinya yang tidak tegap. Dan ada luga yang sholat sambil matanya terpejam atau sholat sambil berkali-kali menguap.

Sampai disini sebenarnya sudah lumayan bagus, yang penting masih mau sholat subuh. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, ketika adzan berkumandang ia semangat bergegas membasuh muka. Bahkan sebagian lainnya menyesal jika hanya terbangun pada saat adzan, sebab ia biasanya bangun di sepertiga malam dan tak tertidur lagi sampai waktu subuh. Orang-orang ini, rela mengorbankan kenikmatan tidurnya serta meminimalkan istirahatnya.

Kesungguhannya semakin teruji ketika ia memilih untuk membelah fajar, menerobos udara dingin menuju masjid untuk sholat berjamaah. Orang-orang yang bersungguh-sungguh diwaktu subuh inilah yang dipilih, seperti Muhammad yang terpilih untuk mengangkat Hajar Aswad karena tiba di Ka'bah lebih dulu.

Maka wajar jika Teuku Umar meminta para pejuangnya berkumpul persis ba'da subuh, karena ia hanya ingin berjuang bersama orang-orang yang memiliki semangat pengorbanan, yang jiwanya dipenuhi kesungguhan diatas rata-rata kebanyakan orang lainnya. Mereka yang tak bangun subuh, bukan saja tertinggal tak ikut berjuang, melainkan memang tak dibutuhkan sama sekali dalam perjuangan karena dianggap tak bersungguh-sungguh.

Semangat dan kesungguhan yang diperoleh dari kebiasaan sholat subuh, bisa kita terapkan dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan. Seberat apapun masalah, pasti ada jalan keluarnya. Masalahnya adalah, apakah kita memiliki semangat dan kesungguhan diatas rata-rata untuk mencari jalan keluarnya? Jika belum, mungkin ada baiknya kita mulai dengan sama-sama memperbaiki subuh kita.

edited from : warna islam

Wednesday, 27 July 2011

Mencegah dan Menanggulangi Saat Tersesat di Alam Terbuka


Anda hobi dengan kegiatan alam terbuka? jika iya pasti anda akan familiar dengan istilah tersesat. Kejadian ini memeng umum terjadi pada beberapa orang yang melakukan kegiatan alam terbuka seperti penjelajahan alam dan pendakian gunung. Tersesat dapat diartikan suatu kondisi saat kehilangan orientasi, tidak mengetahui posisi yang sebenarnya dan arah yang akan dituju. Hal ini biasanya terjadi pada saat kondisi malam hari, tidak terbiasa menggunakan GPS, kompas dan peta dalam perjalanan. Selain itu kejadian ini sering terjadi pada orang yang tidak terbiasa dengan navigasi alam bebas, sehingga di indonesia sering kita dengar ada beberapa pendaki gunung yang hilang dan tersesat saat melakukan pendakian. Untuk mengurangi kejadian ataupun mencegah tersesat tersebut menurut Yudiawan (2002) dapat dilakukan dengan beberapa tindakan, antara lain :

Belajar dari Kambing

Sekilas mungkin teman-teman aneh dengan judul diatas,  

OK never mind!! 
Tapi Rabu tanggal 20 Juli kemarin saya mengalaminya sendiri di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Saat itu saya pas bertepatan sedang melakukan survei di daerah tersebut. Mungkin kejadiannya beberapa orang menganggapnya hanya angin lalu, tapi untuk saya pribadi kejadian itu jadi tambahan ilmu untuk selalu belajar untuk selalu menjadi manusia yang setiap saat menjadi makhluk sosial.


Baiklah... 
langsung to the point ceritanya, saat kejadian saya dan rekan survei sedang istirahat dan setelah makan siang kita Belah Duren (Eiit…ini arti yang sebenarnya) di pinggir jalan. Kita duduk-duduk dibawah pohon sambil menikmati buah durian yang memang lagi musim disana. Berhubung daerah tersebut bisa dikatakan gak terlalu kota jadi masih banyak kambing berkeliaran di pinggir jalan untuk mencari makan rumput. Tapi yang seru juga, si Kambing ternyata doyan juga dengan yang namanya Duren (walaupun bukan buahnya, maklum yang doyan buahnya kan kita.hehe). Jadi si Kambing makan tuh sisa-sisa kita, mulai dari kulit durian bagian dalam dan bijinya. kalau di rasa-rasa ternyata seru juga makan Durian di kerumuni sekawanan Kambing (ngebayangin kayak back to nature lah :P). 

Nah, saat kita udah mulai mabok dengan Durian yang sudah masuk ke dalam perut posisi badan duduk-duduk saja di pinggir jalan sambil liatin kendaraan lewat. Tapi seketika kami kaget, tiba tiba ada suara :

Braaaaak!!!!!!(kenceng suaranya) di tengah jalan