Friday, 4 June 2010

Sekilas Tentang Medan Magnet Bumi


Bumi diibaratkan sebagai sebuah magnet seferis yang sangat besar dengan suatu medan magnet yang mengelilinginya. Medan ini dihasilkan dari dua kutub magnet bumi. Sumbu dipole magnet bumi bergeser sebesar 11° dari sumbu rotasi bumi. Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah dan intensitas kemagnetannya. Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D dan  inklinasi I, yang diukur dalam derajat. Intensitas medan magnetik total F digambarkan dengan komponen horisontal H, komponen vertikal Z, dan komponen horisontal ke arah utara X dan ke arah timur Y. Dari elemen-elemen ini, semua parameter medan magnet lainnya dapat dihitung.

Intensitas medan magnet bumi secara kasar antara 25.000 – 65.000 nT. Di Indonesia, daerah utara khatulistiwa mempunyai intensitas ± 40.000 nT, sedangkan untuk daerah selatannya berkisar ± 45.000 nT. Pulau Jawa sendiri diasumsikan besarnya 45.300 nT.

Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu sehingga untuk menyeragamkan nilai-nilai medan magnet utama bumi, dibuat standard nilai yangdisebut dengan International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui tiap 5 tahun sekali. Nilai-nilai IGRF tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitrar 1 juta km yang dilakukan dalam waktu satu tahun.

elemen magnetik bumi

Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
  1. Medan utama, yang memiliki pengaruh sekitar ± 99% dan variasinya terhadap waktu sangat lambat dan kecil.
  2. Medan luar, yaitu pengaruh medan magnet yang berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Beberapa sumber medan luar antara lain :
  • Perubahan konduktivitas  listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11 tahun
  • Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan pasang surut matahari dan mempunyai jangkau 30 nT
  • Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan dengan mempunyai jangkau 2 nT
  • Badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkau sampai dengan 1000 nT
Anomali medan magnetik, merupakan target dari survey magnetik. Besarnya anomali magnetik berkisar dari ratusan hingga ribuan nano-tesla, namun ada pula yang lebih dari 10.000 nT yaitu berupa endapan magnetik. Secara garis besar anomali ini disebabkan oleh medan magnetik remanen dan medan magnet induksi. Bila arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magent induksi maka anomalinya bertambah besar, demikian  pula sebaliknya. Dalam survei magnetik, efek medan remanen akan diabaikan apabila anomali medan magnet kurang dari 25 % medan magnet bumi (Telford, 1979).

Thursday, 3 June 2010

Keindahan Struktur Malang Selatan Dari Sisi Kedokteran Bumi

Sabtu, 29 Mei 2010 saya mencoba untuk mengisi liburan di daerah Malang Selatan. Tujuan utama kita kesana buat menikmati keindahan pantai-pantai pantai yang terbentang luas yang biasanya disebut pantai selatan. Kondisi alam di daerah selatan beberapa memang masih alami, terutama untuk obyek wisata pantai. Sebut saja yang sudah dikenal adalah Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru, Pantai Kondang Merak, pantai Ngliyep dan tentu saja eksotisme Pulau Sempu yang tentunya masih sangat alami kondisi alamnya, sehingga sangat cocok untuk refreshing.

Dalam perjalanan kali ini kita berencana menuju Pantai Bajol Mati dan Pantai Tamban. Dari kedua pantai ini salah satu memang sudah pernah saya kunjungi, yaitu pantai Tamban. Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelumnya di blog ini, Pantai tamban merupakan area lengkap dengan struktur batuannya. Diantaranya adalah di pantai ini diapit oleh 2 tebing yang berasal dari batuan yang berbeda, yaitu disebelah barat terdapat tebing yang tersusun dari batuan kapur/gamping. Tebing itu dapat dikatakan muncul karena adanya patahan didaerah tersebut. Di sisi sebelah timur kita dapat melihat adanya tebing yang tersusun dari batuan beku. Jika kita ingin mencari batuan lainnya, misalnya batuan metamorf. Kita dapat mencarinya dengan menelusuri area di dekat hilir sungai, ada kemungkinan akan ditemukan batuan metamorf yang sangat kompleks jenisnya. Tentunya batuan metamorf ini merupakan hasil transportasi dari hulu sungai yang hilirnya ada di Pantai Tamban. Jadi saat kita disana, selain bisa menikmati keindahan samudra hindia dan eksotika pulau sempu yang terpisah dengan Pantai Tamban juga bisa mencoba menganalisis tentang semua hal tentang kedokteran bumi.
(Jangan dilihat orangnya, tapi lihat strukturnya)

Dalam perjalanannya memang  untuk menuju daerah ini memang tidak mudah, karena jalan yang dilewati sempit, dan sangat berpotensi terjadi longsor. Ini terlihat saat di beberapa jalan terdapat retakan, dan oleh warga sekitar dipagari. Karena sangat berpotensi tanah tersebut longsor. Akan tetapi saat menuju Pantai Bajol Mati perjalanan sedikit lebih nyaman, karena jalur jalan raya yang lebih baik untuk dipakai touring dengan motor. Di samping kiri dan kanan jalan akan terlihat adanya kenaikan tanah, kalau di telaah secara kedokteran buminya disana memang area dari zona subduksi. Maklum saja daerah tersebut merupakan daerah pertemuan dua lempeng, yaitu lempeng Indo Australia dan lempeng Eurasia. Saat ditengah perjalanan kali menemukan suatu daerah yang sangat indah dari segi kedokteran bumi yaitu struktur batuan sedimen yang tersusun indah dengan warna yang menarik.

Secara detail mungkin bisa dijelaskan oleh teman-teman dari kedokteran bumi bagian geologi untuk masalah struktur tersebut.hehehe. Tapi secara umum memang potensi malang selatan dari segi Batuan, Mineral, Penelitian Mitigasi Bencana, dan Wisata memang mengagumkan.
Setelah sampai di pantai Bajol Mati, kita hanya bisa mengucap kalau sungguh besar ciptaan Tuhan Yang Maha Esa (Allahu Akbar). Karena seperti dipantai lain di daerah pantai selatan, banyak sekali potensi pasirbesi yang terhampar di sepanjang pantai. Walaupun sayang sekali saat di Pantai bajol Mati kita dilarang untuk mandi/berenang di pantai, karena daerah pantainya merupakan zona palung laut, jadi sangat beresiko jika pantai tersebut banyak orang berenang. Akan tetapi Kita sangat bersyukur dapat menikmati alam sambil menggali informasi. Salam Lestari…!!!(AP)

Belajar Seismik Refleksi


Seismik merupakan suatu gelombang, nah gelombang ini dapat dikatakan suatu ‘gangguan’ yang merambat dalam suatu medium. Gelombang seismik ini merambat dalam lapisan bumi sesuai dengan prinsip yang berlaku pada perambatan gelombang cahaya: pembiasan dengan koefisien bias, pemantulan dengan koefisien pantul, hukum-hukum Fermat, Huygens, Snellius dan lain-lain.
Untuk hukum snellius ini secara praktis dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini,


Intinya yang dapat kita peroleh dari gambar tersebut Sinus sudut bias sama dengan sinus sudut datang kali perbandingan kecepatan medium pembias terhadap kecepatan medium yang dilalui gelombang datang.
Nah…untuk faktor yang biasanya mempengaruhi kecepatan gelombang seismik antara lain litologi, bulk density, porositas, perbedaan tekanan, dan fluida pori.
Jika dihubungkan antara kecepatan gelombang seismic ini dengan litologi, maka dilihat juga dari gambar dibawah ini (supaya lebih menarik ilmunya kalo pake gambar.hehehehe).


Jadi bisa dilihat tuh, kecepatan gelombang seismic dari masing-masing litologi, mulai dari golongan clay sampai golongan salt & anhydrite besar kecepatan yang beda-beda.

We Are Yellow Soldiers


Pertama saya ingin mengucapkan syukur Alhamdulillah sekali bisa menjadi bagian dari TPC (Technical Program Committee) The 34th Annual IPA Convention And Exhibition pada mei kemarin. Saya bisa dikatakan salah satu orang yang beruntung diberikan kesempatan untuk menjadi Student Volunteer perwakilan dari Universitas Brawijaya. Karena setelah 2 tahun mencoba menjadi seorang SV baru tahun ke-3 diterima, jadi saya sangat berterima kasih sekali untuk TPC, terutama mas Agus, mas Iwan, mbak Anna, pak Agung, Pak Ipul, Pak Arif, Pak Bob…dan yang lainnya.

(Semuanya...Angkat Jempolnya.hehehe)

Untuk Team SV TPC yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia, terimakasih buat kekeluagaannya. Banyak banget yang bisa diambil setelah pulang dari sana. Terutama yang sangat berbeda setelah itu, ada suntikan motivasi buat belajar lebih banyak lagi tentang Geosciences tentang petroleum. Rasanya waktu itu kalah banget ma kalian semua kalau masalah ilmu, apalagi kalau dibandingkan kampus-kampus yang udah sering dengar namanya (yang di wilayah sebelah tengah dan barat.hehehe). Semoga nantinya aku bisa seperti kalian ilmu yang masih terus tak gali (Amin). Dan yang paling pentin, lain waktu semoga saja kita diberikan kesempatan buat kumpul lagi, ya…walaupun di event yang beda. Mungkin ada beberapa pesan yang pastinya kita ingat saat disana “KITA AKAN KETEMU LAGI DI THE 34TH ANNUAL IPA CONVENTION AND EXHIBITION TAHUN DEPAN BUKAN SEBAGAI SV LAGI, TAPI SEBAGAI PRESENTER”. Walaupun sepertinya susah, tapi tetap harus dicoba.

Ada hal lain yang sebenarnya yang buat saya bersyukur sekali, karena Bisa bertemu dengan orang-orang hebat di Petroleum Industry yang sebelumnya belum ada kesempatan buat ketemu. Contoh Saja Beberapa saja Pak Awang H. Satyana (Sebelumya hanya liat namanya dari paper saja), Rovicky D. P (si Pakdhe Dongeng Geologi), Pak Ipul (Bapak Geologist Ngocol), dan masih banyak lagi idola-idola saya dibidang Petroleum Industry (Pak Andang bachtiar, Pak Elan Biantoro, Pak Suprajitno Munadi, Pak Sigit Sukmono).


(Last night @ Century Atlet Hotel...)
makasih buat kamera pak rovicky udah mengabadikan momen ini...

Untuk semuanya, mohon maaf banget kalau misalnya ada kesalahan yang dibuat oleh si Aridy ini walaupun hanya setetes samudra dan sejumput Aaam semesta.hehehe (AP)

Tuesday, 1 June 2010

Energi Panas Bumi

Kebutuhan energy global diperkirakan mengalami peningkatan 50 persen sampai dengan tahun 2030. Sementara peran dari bahan bakar fosil sebagai sumber energy utama yang akan bertahan selama beberapa decade ke depan. Perubahan dinamika pasar dan peningkatan biaya energy telah mempercepat energy terbarukan hingga statusnya saat ini sebagai salah satu sumber energy utama.


Energy terbarukan adalah metode pembangkitan daya oleh sumber-suber yang tidak habis dikonsumsi atau konversikan menjadi bentuk energy lain. Energy panas bumi di klasifikasikan sebagai energy terbarukan karena energy ini diperoleh dari panas alami didalam bumi yang pada dasarnya tidak terbatas persediaannya. Sehingga panas bumi termasuk dalam energy terbarukan.
Jika dilihat, kondisi yang strategis untuk menghasilkan panas bumi terdapat pada beberapa bagian bumi tertentu, misalnya berada di lingkar api pasifik. Lingkar ini berurutan mengikuti adanya pertemuan lempeng dunia. Di lokasi-lokasi tersebut terdapat retakan retakanpada kerak bumi dimana magma naik mendekati permukaan bumi dan memanaskan air yang merembes secara alami ke dalam bumi. Daerah yang berada gunung api non-aktif pada umumnya paling produktif untuk menghasilkan panas bumi. Sehingga jika kondisi geologi dibawah permukaan bumi mendukung, terciptalah tempat tempat penampungan yamg biasanya disebut reservoir. Reservoir ini dapat diakses dengan cara mengebor sumur, kondisi ini sama dengan yang dilakukan di lapangan minyak mentah dan gas bumi.
Energi panas bumi dihasilkan ketika air yang merembes ke dalam bumi dipanaskan oleh magma. Fluida panas bumi terisolasi di dalam kerak bumi dan tesimpan didalam kantong-kantong atau reservoir yang biasanya terdapat di kedalaman hingga 9.800 kaki (3.000 m). katika sebuah reservoir ditemukan, pengeboran sumur dilakukan untuk mengalirkan isinya keluar. Cairan atau uap yang dihasilkan dari sumur-sumur tersebut kemudian digunakan untuk memperoduksi listrik. Saat fluida panas bumi naik ke pemukaan, tekanannya berkurang dan massanya bertambah. Pada beberapa reservoir, panas bumi berwujud uap. Namun, kebanyakan sistem panas bumi menghasilkan kombinasi air panas dan uap. Uap ini menggerakkan turbin, kemudian turbin menggerakkan pembangkit untuk menghasilkan listrik. Sisa air panas disuntikkan kembali ke dalam reservoir. Melalui kondensor, uap kembali menjadi air dan sisa panas dilepaskan di dalam menara-menara pendingin. Dimana sekitar 70 persennya menguap dan 30 persen sisanya disuntikkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi.

Wednesday, 13 January 2010

Ground Penetrating Radar (GPR)

Dalam ilmu geofisika terdapat beberapa metode yang digunakan untuk melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi yang melibatkan sifat fisik lapisan bumi. Secara unum diketahui dengan metode aktif and metode pasif dalam pelaksanaanya di lapangan. Metode aktif adalah metode yang dilakukan dengan membuat medan gangguan berupa ledakan dinamit, penginjeksian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya, kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Sedangkan metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami seperti radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktifitas bumi.
Metode radar ini merupakan metode yang digunakan untuk eksplorasi jarak dangkal, sehingga metode ini banyak menjadi pusat perhatian karena manfaatnya manfaatnya telah tersebar luas di berbagai bidang seperti: geologi, konstruksi dan rekayasa, arkeologi, ilmu forensik, masalah lingkungan dan lainnya. Sehingga tanpa pengolahan yang rumit, akan dapat memperoleh informasi dari bawah permukaan bumi. Jika dibandingkan dengan metode geofisika yang lain, metode radar ini memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya adalah biaya dari operasionalnya lebih murah, cara pengoperasiannya lebih mudah, merupakan metode non destructive dan karena frekuensi yang digunakan sangat tinggi (MHz) maka resolusinya juga akan tinggi.
Dalam metode alat yang digunakan adalah berupa GPR (Ground Penetrating radar), prinsip kerjanya adalah menembakkan gelombang elektromagnetik ke dalam permukan bumi. Sehingga setelah gelombang ditembakkan, maka gelombang elektromagnetik akan mengalami refraksi dan refleksi, gelombang yang di refleksikan itu yang diterima oleh receivernya. Sehingga untuk masalah pemantulan gelombang pada GPR ini hampir sama dengan gelombang seismic. Jika di telusuri komponen utama dari gelombang elektromagnetik terdiri dari dua komponen, yaitu medan listrik (E) dan medan magnet (H). Dan ada dua macam teknologi pancaran radiasi elektromagnetik yang bisa dipakai untuk membuat radar, yaitu pancaran impuls dan pancaran gelombang kontinyu.
Kedalaman daya tembus (penetrasi) gelombang radar tergantung kepada keadaan masing-masing lokasi. Gelombang radar akan di atenuasi (penyerapan dan penyebaran) oleh sifat-sifat tertentu dari masing-masing lokasi, dimana yang paling penting adalah konduktifitas kelistrikan dari material. Umumnya penetrasi yang paling dalam akan dicapai bila tanah berpasir yang kering, sementara penetrasi akan menurun bila kondisi tanahnya lembab, lempungan atau tanah yang konduktif. Kedalaman akan segera menurun bila pasiran tersebut menjadi basah misal setelah turun hujan. Daya tembus radar akan sangat bagus bila material masif dan kering misal granit, batukapur dan beton.
Saat melakukan akuisisi data ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh operator, diantaranya adalah pertama operator GPR bebas dari HP atau aksesoris logam yang dapat mengganggu kerja alat GPR karena GPR sensitive terhadap logam. Kedua, memastikan jalur lintasan yang diukur agar mudah dilewati dan bebas dari logam (logam yang tidak diinginkan) yang dapat mengganggu kerja alat GPR. Kemudian yang lebih penting area yang akan disurvey harus jelas. Ketiga mengecek baterai GPR dan baterai laptop yang akan digunakan. Ini bertujuan supaya saat akuisisi data di lapangan tidak terjadi drop baterai.
GPR ini sendiri juga ada bebarapa spesifikasi, sehingga spesifikasi ini yang menentukan hasil dari pengukurannya baik ataupun masih kurang baik. Karena ada GPR yang menampilkan secara langsung hasil dari anomali dari lokasi dan yang tidak langsung, tidak langsung maksudnya adalah data yang diambil saat akusisi masih memerlukan pengolahan lebih lanjut. Untuk contoh GPR yang langsung menampilkan tampilan hasil data berupa gambar anomali dari bawah permukaan bawah tanah adalah GPR future I-160, dan contoh gambarnya seperti gambar dibawah diatas.

Tuesday, 12 January 2010

Geophysicist For Earthquake And Tsunami

Dalam periode ini seringkali kita mendengar tentang bencana gempabumi dan tsunami yang melanda Indonesia. Korban yang berjatuhan juga tidak sedikit, melainkan ribuan sampai dengan ratus ribuan. Jika diingat peristiwa gempabumi tsunami di aceh merupakan sangat mengguncang negeri ini, apalagi tsunami ini menelan korban ratusan ribu nyawa. Dan efeknya pun juga dirasakan oleh beberapa Negara yang berada dekat dengan sumber gempa. Setelah itu berturut-turut negeri ini tidak ada hentinya diguncang gempabumi, sampai yang terakhir dan menimbulkan korban yang cukup banyak adalah gempa sumatera barat.


Jika dilihat dari sisi lain, sedikit sekali ahli yang focus pada masalah gempabumi dan tsunami baik untuk geophysicist ataupun geologist. Secara umum memang banyak mengerti tentang gempa bumi dan tsunami, akan tetapi yang mendalaminya masih sangat sedikit. Banyak alasan yang membuat para geophysicist dan geologist tidak berkonsentrasi di bidang ini, diantaranya adalah untuk prospek masa depan dan materi. Karena para ahli tersebut kebanyakan lebih banyak yang mengambil bidang eksplorasi sumberdaya yang ada di bumi. Contoh saja dalam dunia petroleum, banyak sekali yang berlomba-lomba untuk tekun dan belajar keras untuk mempelajari masalah petroleum karena banyak sekali nominal materi yang akan didapatkan. Ini sangat bertolak belakang dengan seorang yang akan mengambil konsentrasi bidang gempabumi dan tsunami. Permasalahan muncul saat prospek ke depannya di Indonesia. Sedikit sekali lapangan pekerjaan yang tersedia untuk bidang tersebut. Apalagi dapat dikatakan pemerintah juga tidak terlalu menghargai ahli-ahli yang ada di Indonesia sekarang. Sehingga banyak dari para ahli yang akhirnya lebih memilih untuk menyalurkan ilmunya di luar negeri. Menurut informasi yang saya dapatkan, dulu setelah terjadi gempabumi dan tsunami aceh pemerintah juga tidak langsung mempercayakan penelitian pada para ahli dari Indonesia melainkan lebih percaya pada orang asing. Untuk alasannya memang saya sendiri tidak terlalu jelas, tapi kenapa pemerintah tidak mencoba untuk lebih percaya pada bangsa sendiri. Padahal untuk masalah kemampuan juga tidak kalah.
Tapi kita perlu bangga pada beberapa ahli Indonesia yang dimiliki Indonesia, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka tetap berkonsentrasi penuh untuk meneliti tentang gempabumi dan tsunami, terutama di Indonesia yang merupakan daerah paling rawan dalam hal potensi bencana yang ditimbulkan. Semoga untuk kedepannya lebih banyak lagi para ahli, terutama dari geophysicis yang konsentrasi mempelajari tentang gempabumi dan tsunami.(aridy A-266)

Wednesday, 5 August 2009

Gunung Arjuno

Salam Lestari sobat...!!!

kita pasti sudah banyak tau tentang adanya gunung arjuno yang ada di propinsi jawa timur. bisa dikatakan, gunung arjuno merupakan gunung yang tertinggi ke-2 setelah gunung semeru di jawa timur. ketinggian gunung ini berkisar antara 3339 mdpl dan berada dibawah pengelolaan tahura raden soeryo. banyak rute pendakian yang bisa dilewati untuk mencapai puncak gunung arjuno, diantaranya adalah lewat lawang.

tahap pertama yang dilakukan jika ingin melakukan pendakian adalah melapor ke pos penjagaan. perjalanan dimulai dari kebun teh yang terhampar hijau, disarankan sebelum melakukan pendakian membawa bekal air minum yang cukup karena dalam perjalanan menuju puncak arjuno tidak ada sumber air. perjalanan akan terasa seru karena menerobos lebatnya kebun teh.
   
pada perjalanan selanjutnya akan dijumpai kebun penduduk dan beberapa hutan masyarakat yang cukup lebat. setelah melewati hutan maka akan dijumpai padang ilalang yang jarakya cukup jauh, dengan medan tanah dan batuan. sejauh mata memandang, semuanya akan tampak hijau.
  perlu diperhatikan juga, untuk mencapai puncak arjuno rata-rata dibutuhkan waktu tidak cukup satu hari,jadi pendaki harus siap siap untuk mempersiapkan tenda sebelum mencapai puncak untuk menginap. sehingga perjalanan dapat dilanjutkan pada pagi harinya menuju puncak. ada suatu tempat yang perlu diperhatikan yaitu hutan lali jiwo, hutan ini didalamnya hampir seperti hutan tropis yang terdiri dari pohon-pohon yang rimbun dan banyak lumut tumbuh. di hutan lali jiwo ini juga banyak sekali cerita-cerita mistis yang berkembang,sehingga untuk para pendaki harus berhati-hati saat melewati hutan ini. untuk fauna yang akan sering dijumpai adalah burung jalak yang terlihat meloncat-loncat singgah diantara ranting pohon. setelah melewati hutan lali jiwo dan cemoro sewu maka akan dijumpai medan yang agak curam sebelum sampai ke puncak arjuno. sejauh mata memandang akan terlihat hamparan rumput jarum dan bunga abadi (edelweiss), pemandangannya juga tak kalah indah. dari sepanjang perjalanan akan terlihat barisan gunung semeru,gunung penanggungan dan gunung bromo yang diselimuti awan putih.
  Nah..jika telah menjumpai jalan setapak yang berpasir itu tanda sudah hampir sampai puncak. Dipuncak arjuno tak ada kata-kata lagi yang terucap,selain bersyukur akan kebesaran-Nya menciptakan alam ini yang sangat indah. Hamparan awan putih yang mengelilingi, batas cakrawala yang membentang, dan kepuasan berada di puncak. Puncak arjuno terdiri dari batuan-batuan beku yang tersusun rapi. tidak kalah indahnya juga terdapat kepulan asap dari gunung welirang yang berada dekat dari puncak gunung arjuno.

Itulah sobat,cerita kecil tentang perjalanan menuju puncak arjuno. semoga dari tulisan ini dapat memotivasi kita untuk selalu bersyukur terhadap anugerah-Nya dan selalu menjaga alam kita supaya tetap hijau.


from : AMC A-266

Wednesday, 3 June 2009

Sepatu Gunung

Mengingat akan kurangnya informasi tentang penting sepatu khusus untuk pendaki gunung, semoga aja ini bisa membantu temen-temen semua yang punya hobi mendaki gunung.

Pertama yang perlu diperhatikan adalah, kalo misalnya kalian punya sepatu yang masih baru. sebaiknya jangan digunakan dulu untuk mendaki, karena kadang kaki belum bisa menyesuaikan dengan sepatu yang baru. Ini perlu diperhatikan supaya tidak menimbulkan masalah ke depannya saat perjalanan. Contoh saja seperti timbulnya blister atau kaki melepuh.
Berkut ini beberapa sepatu yang bisa kalian pilih

1. Sepatu Kulit

Ciri-cirinya :
  • Di bagian belakang sepatu cukup tinggi, ini berfungsi supaya mata kaki tidak cedera
  • Sol sepatunya harus kasar atau bergerigi, ini supaya pendaki tidak mudah tergelincir
  • Harus kuat dan tegar
  • Mempunyai lidah yang cukup panjang, ini untuk mengurangi kemungkinan air masuk ke sepatu.
  • Sepatu cukup kuat di medan keras sekalipun
  • di bagian atas sebaiknya mempunyai bukaan yang cukup lebar agar untuk melepasnya mudah.
2. Sepatu dengan bahan campuran


Ciri-ciri dari sepatu ini adalah :
  • beratnya lebih ringan jika dibandingkan dengan sepatu kulit
  • Sepatu ini akan lebih cepat kering bila dalam keadaan basah
  • Alasan penting nih!!! Sepatunya lebih murah kalo dibandingkan sepatu kulit
  • tapi kelemahannya juga ada, diantaranya kurang kedap air dan daya tahannya pun masih kurang.
  • Sebaiknya sepatu jenis ini dipakai dalam hal "trail walking"
3. Sepatu dengan bahan dari plastik

Sepatu ini biasanya sering dipakai di medan bersalju, dan sangat cocok di kombinasikan dengan crampon (konstruksi bergigi yang akan diikatkan di bawah sepatu)

Untuk perawatan dari sepatu tersebut, sebaiknya setelah pemakaian langsung dibersihkan dari semua bekas lumpur dan debu. terutama di bagian sambungannya. kembalikan kekedapannya di derah sambungan dengan menggunakan bahan yang sudah banyak dijual di toko. jika dicuci, untuk mengeringkannya jangan langsung di bawah sinar matahari karena dapat menyebabkan kulitnya mudah retak. letakkan di tempat kering akan tetapi tidak retak

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat...

Tuesday, 2 June 2009

Panderman oh Panderman

PANDERMAN...Mungkin buat kalangan masyarakat Malang Raya tempat ini sudah banyak yang tahu, apalagi kalo kamu ngerasa punya hobi petualangan ke gunung (Mountain Climbers). Panderman ini adalah sebuah bukit yang berada dekat dengan kota Malang yang ketinggiannya sekitar 2000 dpl (diatas permukaan laut). Panderman ini memiliki tiga puncak, yaitu puncak 1 (Latar Ombo), puncak 2 (Watu gede), dan puncak 3 (utama). Bukit ini bisanya jadi sarana temen-temen rimba semuanya untuk me-refresh diri dari aktifitas yang bisaanya telah dilakukan tiap hari. Diatas puncak kita bisa nikmati adanya sunrise (itu lho…matahari yang muncuk pagi-pagi dari timur). Pokoknya dijamin keren banget view disana, apalagi kalo sejauh mata memandang disekitar bukit panderman bisa dilihat juga Gunung Arjuno-Welirang.
Kalo misalnya kamu pengen coba naik bukit panderman, gampang kok!!! Dari malang : pertamanya kamu harus cari angkota yang menuju terminal Landung Sari, setelah itu naik bus jurusan Kediri atau jurusan Jombang (Murah kok, gak sampe 10 ribu ongkos transportnya). Tapi kalo misalnya pengen praktis lagi kamu bisa bawa motor sampai masuk ke desa terakhir sebelum jalan setapak, ntar titipin di penduduk. Oh…sampe lupa, ngelanjutin yang naik bus tadi. Jangan lupa ngomong ma pak kondektur turun di gerbang panderman. Setelah turun mulailah perjalanan ke Pos pertama, gak terlalu jauh kok Cuma agak nanjak aja, plus untuk informasi jalan yang dilewati masih aspal dan masih banyak perkampungan penduduk. Tanda yang bisa dijadikan patokan kalo udah mau sampe di Pos pertama adalah bau kotoran sapi yang dijadiin biogas. Pos pertama ini adalah awal kamu jalan di tanah langsung (tanpa aspal). Eiit…jangan lupa bayar kontribusi di Pos itu (kalo berangatnya rombongan, bisa di lobi kok.he9x).

Akhirnya perjalanan dimulai, untuk informasi “di puncak panderman gak ada yang namanya sumber air” makanya kamu harus bawa air dari bawah. Kalo pengen air murni, setelah Pos pertama nanti ada sumber air yang bisa langsung diminum. Kamu bisa isi sebanyak-banyaknya air minum dari situ. Setelah persiapan fix, bisa lanjutkan perjalanan menuju puncak 1 (Latar Ombo). Untuk medan perjalanannya gak terlalu berat kok, sudah ada jalan setapak berupa tanah, ada juga yang ngelewati akar pohon. Di sekeliling jalan, pohon juga masih lumayan rimbun kok!! sambil foto-foto juga Mantab. Gak sampe 1,5 jam dijamin udah di puncak 1 (Latar Ombo).

Perjalanan selanjutnya adalah ke puncak 2 (Watu gede), dari latar ombo cepet kok!! Gak sampe 1 jam. Medannya juga malah lebih enak jika dibandingkan perjalanan menuju latar ombo. Di tengah perjalanan kamu bakal nemuin pohon roboh di tengah jalan. Bisa dibuat jalan santai lah…he9x. 


Setelah sampai di puncak 2 (watu gede) trus melanjutkan perjalanan, kamu bakalan jalan yang medannya datar (lumayan lah buat ngirit tenaga…). Nah, setelah nemu pohon roboh lagi kamu harus mulai penjalanan yang makin nanjak banget. Jalan yang dilewati lumayan licin, gara-gara jalan setapak yang di lewati itu tempatnya aliran air kalo ujan. Makanya harus WASPADA!!! Jika udah hampir puncak, hati-hati dengan perjalanan kalian. Soalnya di samping jalan setapak ada jurang yang lumayan…hehehe (kalo nyemplung, dijamin langsung fatal). Safety first friends…!!!. Kira kira 2 jam sudah sampai puncak utama. yang penting kalo kalian kecapekan istirahat saja, jangan dipaksain untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Kalo udah diatas, dijamin puas!!! Selain pemandangan bagus banget dari atas, kamu juga bisa liat monyet yang buanyak disana (bisa ketemu sodara kembar dah…). Yang paling penting jaga barang kamu, jangan sampe di curi ma monyet, soalnya monyet sana nakal-nakal. Mungkin tulisan ini bisa membantu temen-temen semua kalo misalnya pengen menikmati wisata alam pegunungan.

Selalu ingat pesan alam :

Jangan mengambil apapun kecuali gambar dan jangan meninggalkan apapun kecuali jejak. Cintai dan jaga alam kita...